Ini 7 Film Susah Indonesia Paling baik Selama Waktu

Buat kamu beberapa pencinta film tentu punyai film susah favorite. Umumnya tentu punyai satu judul film susah Korea atau Thailand. Tetapi, Indonesia punyai banyak film susah, loh. 5 Film Susah Indonesia Selama Waktu

Tidak selamanya fiksi, beberapa film susah Indonesia di bawah ini diambil dari cerita riil, beberapa diambil dari novel laku. telah pilih lima film Indonesia paling sedih selama hidup di nonton film indoxxi . Siap kuras air mata?

1. Arie Hanggara (1985)
Film Indonesia susah pertama yang akan buat kamu nangis ialah Arie Hanggara. Film yang diangkat berdasar cerita riil ini bercerita mengenai Arie Hanggara, anak usia 6 tahun yang meninggal disiksa oleh orangtuanya.

Arie ialah anak ke-2 Machtino Eddiwan (Deddy Mizwar) serta Dahlia Nasution. Tetapi, semenjak rumah tangga orangtuanya amburadul, ia tinggal bersama-sama ayah serta ibu tirinya yang namanya Santi. Arie, menurut orangtuanya itu, seringkali mengambil.

Oleh karenanya, ia seringkali disiksa; dari mulai dijambak, ditabrak kepalanya ke tembok, disepak, dan lain-lain. Sampai satu pagi Arie mengembuskan napas terakhir kalinya sesudah dikurung di kamar mandi tidak dikasih minum dan makan. Masalah kekerasan anak paling muram ini mengambil alih perhatian internasional saat itu.

Ingin tahu? Kamu dapat tonton film susah Indonesia Arie Hanggara ini di Youtube.’

2. Tragedi Bintaro (1989)
Masih diambil dari cerita riil, film susah Indonesia selanjutnya ialah Tragedi Bintaro. Buat kamu yang lahir tahun 90-an akhir kemungkinan kamu belum mengetahui jika pada 1987 berlangsung kecelakaan kereta masif di Bintaro.

Dalam kecelakaan itu, dua kereta beradu banteng sebab petugas kereta salah memberi signal jalan. Kecelakaan tidak terhindar, beberapa ratus orang wafat, terjepit gerbong besi. Serta sampai sekarang, wilayah tabrakan kereta di Bintaro itu masih dipandang angker.

Nah, film ini bercerita mengenai tabrakan kereta itu dari pemikiran Juned (Fery Octora) serta empat saudaranya yang tinggal bersama-sama neneknya. Keluarga miskin ini adalah satu dari beberapa ratus korban kecelakaan kereta Bintaro. Keluarganya wafat, tetapi Juned jadi serta kakinya harus terpaksa diamputasi.

3. Emak Ingin Naik Haji (2009)
Film susah Indonesia ini bercerita mengenai jalinan ibu (Aty Cancer Zein) serta anak lelakinya Zein (Reza Rahadian).

Film ini sukses tangkap salah satunya permasalahan paling sulit di negeri ini, yakni naik haji. Rukun Islam ke-5 ini diperuntukkan buat yang mampu; tidak cuma dengan cara mental tetapi materiil. Biayanya yang mahal pasti membuat naik haji jadi seperti mimpi yang sulit dicapai orang dengan ekonomi pas-pasan.

Mirisnya, ditengah-tengah orang sulit, ada orang yang naik haji cuma untuk posisi sosial. Di film ini Emak berusaha dengan pendapatan pas-pasan untuk naik haji, dibantu anaknya yang disebut seorang penjual lukisan.

4. Surat Kecil untuk Tuhan (2011)
Film yang diperankan Alex Komang ini menjadi salah satunya film paling susah Indonesia sekaligus juga film terlaris pada 2011. Ceritanya diambil dari cerita riil almarhum Gita Sesa Wanda Cantika yang menderita Rhabdomyosarcoma atau kanker jaringan lunak pertama di Indonesia.

Gita Sesa Wanda Cantika alias Keke (Dinda Hauw) telah jalani 25 kemoterapi. Sesudah dipastikan pulih, satu tahun selanjutnya kanker kembali lagi menggempur. Ia divonis dokter bisa bertahan hidup sampai tiga bulan lagi.

Untuk mengatasi kesedihannya, ia mulai menulis diary yang didalamnya dia dedikasikan untuk Tuhan supaya jaga keluarganya. Bersiap tisu untuk melihat film ini, ya!

5. Rumah Tanpa ada Jendela (2011)
Diceritakan Rara (Dwi Tasya) yang tinggal di permukiman pemulung ingin sekali punyai jendela di tempat tinggalnya yang berdinding tripleks sisa. Rara tinggal bersama-sama neneknya (Inggris Widjanarko) serta ayahnya Raga (Raffi Ahmad) yang berprosfesi jadi tukang sol sepatu serta penjual ikan hias.

Pada sebuah peluang Rara berjumpa dengan Aldo (Emir Mahira), anak kaya dengan sedikit keterbelakangan. Dari situlah penjelajahan mereka diawali. Jalinan dua anak tidak sama background ini punyai cerita inspiratif sekaligus juga mempersejuk, beberapa permasalahan membuat jadi film susah Indonesia yang wajar kamu saksikan.

Tidak itu saja, akting Emir Mahira cemerlang di film ini. Karena aktingnya itu ia diganjar dengan Piala Pemeran Pria Paling baik Festival Film Indonesia 2011.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *